Thursday, September 30, 2010

Menikah

Kata menikah ini sudah pasti akrab di telinga orang dewasa. Walaupun untuk tiap pribadi punya pendapat masing-masing terhadap arti kata dan keputusan yang diambil untuk menikah tadi. Perbedaaan pendapat tersebut tidak akan saya bahas di sini. Tulisan ini lebih kepada diri sendiri.

Bagiku menikah adalah keputusan besar untuk masa depan. Menikah dengan orang yang memang aku inginkan untuk sama-sama menjalani hidup ke depan. Kalau bisa lebih banyak sukanya daripada dukanya.  Aku termasuk orang yang paling telat menikah dibanding saudara-saudara kandungku. Untukku hal tidak mengganggu, didukung pula dengan pendapat almarhumah Ibuku. Beliau pernah berpesan padaku, bahwa aku harus menikmati masa-masa menjadi single, puaskan diri dan nikmati hidup sendiri sampai akhirnya memang sudah mantap untuk memutuskan menikah. Nanti kalau sudah berumah tangga jangan malah berbalik jadi remaja lagi, hidup suka-suka.

Satu alasan lain juga karena memang waktu itu aku belum menemukan seorang lelaki yang memang pas waktu dan situasinya. Mungkin istilah yang sering kita pakai adalah 'belum jodoh'.

Ternyata keputusan yang aku ambil untuk menikah dengan lelaki yang sekarang menjadi suamiku ini memang bukan keputusan yang salah. Aku bisa mengungkapkan bahwa kami berdua memang dipertemukan dalam situasi dan kondisi yang tepat.


Semoga langgeng dan bahagia selamanya.

Tulisan ini hanya terinspirasi dari komunikasi dengan beberapa sahabat yang sebahagian masih ragu memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya. Tak perlu bingung dengan pandangan orang lain, selama kita bahagia mengisi hidup melajang kita.

No comments: